Pemkab Ciamis Bahas Ketahanan Pangan di Forum DPKP
Pemkab Ciamis Bahas Ketahanan Pangan di Forum DPKP
ungkapsebab.com, BERITA CIAMIS. Pemerintah Kabupaten Ciamis menggelar Forum Perangkat Daerah (PD) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Tahun 2025 untuk menyusun strategi pembangunan sektor pertanian dan ketahanan pangan tahun 2026. Acara yang berlangsung di Aula DPKP pada Kamis (27/02/2025) ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Ciamis, Ketua Komisi B DPRD, perwakilan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, serta sejumlah kepala dinas terkait.
Sekda Ciamis menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi bagian dari sistem perencanaan daerah yang harus menghasilkan kebijakan konkret. “Ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan bahan pokok, tetapi juga akses, kualitas, dan keberlanjutan produksi,” ujarnya.
Dalam dokumen Rencana Pembangunan Daerah (RPD) 2025-2026, beberapa tantangan utama yang dihadapi antara lain keterbatasan cadangan pangan daerah, ketergantungan masyarakat pada beras, serta sulitnya regenerasi petani. Alih fungsi lahan pertanian menjadi permasalahan yang terus meningkat, sementara penggunaan benih unggul dan teknologi pertanian masih terbatas.
Ketua Komisi B DPRD Ciamis menekankan pentingnya kebijakan yang tidak hanya berorientasi jangka pendek. “Program ketahanan pangan harus mempertimbangkan dampak perubahan iklim dan kesiapan petani dalam menghadapi tantangan global,” katanya. Ia juga mengingatkan agar anggaran yang dialokasikan benar-benar efektif dan tidak sekadar proyek rutin tahunan.
BACA JUGA:Persiba Juara 3 PNM Liga Nusantara Usai Kalahkan PSGC Lewat Drama Adu Pinalti
Forum ini juga membahas sinkronisasi program antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan. Kepala Bappeda Ciamis menyoroti perlunya kolaborasi lintas sektor agar program pembangunan pertanian lebih terarah dan berkelanjutan.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk meningkatkan ketahanan pangan melalui optimalisasi lahan, penguatan petani muda, serta pemanfaatan teknologi pertanian modern. Sekda menutup diskusi dengan mengingatkan pentingnya koordinasi dan disiplin dalam pelaksanaan program. “Jangan sampai perencanaan yang sudah dirancang dengan baik justru tidak berjalan maksimal karena lemahnya eksekusi,” tegasnya.
Forum ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang tidak hanya adaptif, tetapi juga berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan ketahanan pangan Ciamis. (Nay Sunarti)
