Juni 11, 2026

Ungkap Sebab

Sumber Informasi Terpercaya

Mapag Ramadan, Warisan Leluhur yang Harus Dijaga

ungkapsebab.com, BERITA CIAMIS. Menjelang bulan suci Ramadan, masyarakat Ciamis kembali menggelar tradisi Mapag Ramadhan, sebuah rangkaian upacara adat yang telah menjadi bagian dari warisan budaya Tatar Galuh. Tradisi ini bukan sekadar ritual tahunan, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap leluhur dan sarana menjaga nilai-nilai kearifan lokal.

Apresiasi Disbudpora

Sekretaris Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Ciamis, Ega Anggara Al Kautsar, menyatakan bahwa rangkaian upacara adat ini diinisiasi oleh masyarakat, pemangku adat, dan budayawan yang peduli terhadap kelestarian budaya daerah. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh pelaksanaan tradisi ini.

“Kami sangat mengapresiasi semua pihak yang terus menjaga dan melestarikan tradisi ini. Harapan kami, generasi muda juga ikut terlibat agar tidak hanya menjadi penonton sejarah,” ujarnya, Jumat (14/2/2025).

Jadwal Urutan  Mapag Ramadhan

Mapag Ramadan tahun ini mencakup berbagai ritual adat, masing-masing dengan makna dan lokasi yang berbeda. Berikut jadwal pelaksanaannya:

Nyepuh di Situs Geger Emas, Desa Ciomas, Panjalu (16 Februari 2025).

Paguyuban Wirautama di Makam Eyang Dalem Wirautama Awirangan, Ciamis (17 Februari 2025).

Nadran di Situs Buyut Mangan Tapa, Baregbeg (19 Februari 2025).

Ngikis di Situs Gunung Padang, Sindangkasih (20 Februari 2025).

Misalin di Situs Bojong Galuh Salawe, Cimaragas (23 Februari 2025).

Merlawu & Ngikis di Karangkamulyan, Cijeungjing (24 Februari 2025).

Nyekar di Situs Balaniksa Bojongmengger, Cijeungjing (25 Februari 2025).

Ngikis di Singaperbangsa, Cisaga (26 Februari 2025) sebagai penutup.

Setiap tradisi memiliki filosofi mendalam. Nyepuh, misalnya, adalah simbol pembersihan diri secara spiritual sebelum memasuki bulan suci. Nadran, yang dilakukan di situs Buyut Mangan Tapa, merupakan bentuk syukur atas hasil bumi dan keselamatan selama setahun terakhir. Sementara itu, Ngikis di beberapa lokasi bertujuan untuk membersihkan situs bersejarah sebagai wujud penghormatan kepada leluhur.

Tantangan Tradisional di Era Modern

Meski tradisi ini terus berlangsung setiap tahun, tantangan tetap ada. Arus modernisasi dan globalisasi membuat sebagian masyarakat, terutama generasi muda, mulai kehilangan minat terhadap budaya lokal. Jika tidak ada upaya serius untuk menjaga dan mengenalkan tradisi ini kepada anak muda, dikhawatirkan Mapag Ramadan hanya akan menjadi cerita di buku sejarah.

Ega menegaskan bahwa keterlibatan pemuda sangat penting dalam pelestarian budaya. Menurutnya, pemerintah daerah telah mengupayakan berbagai program edukasi dan pelibatan komunitas pemuda dalam acara adat.

“Jangan sampai anak cucu kita hanya mendengar cerita tanpa pernah menyaksikan atau merasakan langsung tradisi ini,” katanya.

BACA JUGA : Aksi sosial Polres dan sijum bantu warga 

Salah satu budayawan Ciamis, Asep Sutisna, mengakui bahwa ada kecenderungan generasi muda lebih tertarik pada budaya populer dibandingkan dengan warisan leluhur. Namun, ia percaya bahwa tradisi bisa tetap lestari jika dikemas dengan pendekatan yang lebih modern dan menarik.

“Budaya itu harus hidup, bukan sekadar dikenang. Kalau ingin anak muda tertarik, kita juga harus kreatif dalam memperkenalkan tradisi ini. Bisa lewat media sosial, film pendek, atau pertunjukan budaya yang lebih interaktif,” ujarnya.

Harapan Budayawan Terkait Kegiatan Mapah Ramadhan

Pelaksanaan Mapag Ramadan tahun ini diharapkan menjadi momentum untuk semakin menguatkan kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal. Pemerintah daerah, pemangku adat, dan komunitas budaya terus berupaya memastikan tradisi ini tetap lestari dan relevan di tengah perubahan zaman.

Masyarakat Ciamis menyadari bahwa tanpa kepedulian bersama, warisan leluhur bisa hilang ditelan modernisasi. Oleh karena itu, keterlibatan semua pihak dari pemerintah, budayawan, hingga generasi muda menjadi kunci utama agar Mapag Ramadan tidak sekadar menjadi ritual tahunan, tetapi juga bagian dari identitas yang terus hidup dan berkembang. (Fauza/ungkapsebab.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *