April 24, 2026

Ungkap Sebab

Sumber Informasi Terpercaya

Kolaborasi Wayang Meriahkan Imlek di Gereja St. Yohanes

ungkapsebab.com, BERITA CIAMIS.  Rangkaian kegiatan perayaan Imlek 2576 Kongzili tahun 2025, Gereja Katolik Santo Yohanes Ciamis menggelar penampilan kolaborasi Wayang Cina atau potehi dan wayang golek di Gereja ST. Yohanes Ciamis. Selasa (11/02/2025).

Wayang Potehi merupakan salah satu jenis wayang khas Tionghoa yang berasal dari Tiongkok bagian selatan. Kesenian ini dibawa oleh perantau etnis Tionghoa ke berbagai wilayah Nusantara pada masa lampau dan telah menjadi salah satu jenis kesenian tradisional Indonesia.

Wayang golek adalah seni pertunjukan tradisional yang berasal dari Jawa Barat. Wayang golek terbuat dari kayu dan memiliki kepala yang bisa bergerak. Wayang golek dipentaskan dengan diiringi gamelan dan disutradarai oleh seorang dalang.

Kolaborasi penampilan kedua wayang tersebut menjadi suguhan yang unik. Wayang golek dengan beberapa karakter ikonik antara lain Cepot didapuk menjadi pembawa acara yang bertektokan dengan karakter dari wayang potehi saat acara berlangsung.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudpora) Ciamis Ega Anggara Al Kautsar yang menyambut gembira dan memberikan apresiasi atas pagelaran seni pertunjukan klasik Tiongkok yang dikolaborasikan dengan wayah golek lokal Ciamis.

“Pagelaran wayang ini merupakan kesenian, maka jika berbicara tentang seni tentunya merupakan bahasa universal tidak hanya tentang manusia secara individu tapi tentang keberagaman dari manusia itu sendiri, ini menampilkan pertunjukan dua wayang yang berbeda tetapi berjalan beriringan,” ucapnya.

BACA JUGA : Pemkab Ciamis akan efisiensikan anggaran

Ega menyoroti pagelaran yang mengusung tema merawat bumi rumah kita bersama yang pelaksanaannya di dalam gereja dengan penonton yang beranekaragam budaya, etnis serta agama mencerminkan kerukunan antar bangsa dan umat beragama.

“Keberagaman seni tradisi yang ada di Nusantara cukup tergambar dan terwakilkan di Kampung Lebak ini, gereja tempat beribadah dijadikan tempat pagelaran yang ditonton oleh umat dari lintas agama,’ ujarnya.

Ega berharap kegiatan yang menggambarkan kerukunan antar umat beragama tersebut menjadi agenda tahunan di kampung kerukunan.

“Mudah-mudahan di Kabupaten Ciamis teman-teman dan para generasi muda dapat belajar juga tentang wayang sehingga nanti dapat mendongkrak potensi Ciamis di bidang kesenian,” harapnya

Andika pratama selaku Sai Hu atau dalang dari wayang potehi Xiao peksan Jakarta pusat menjelaskan kegiatan kolaborasi dengan wayang golek merupakan penampilan pertama.

“Ini merupakan sejarah dalam perjalanan karir saya sebagai Sai hu bisa berkolaborasi secara apik dengan wayang golek. Untuk wayang potehi sendiri saya bersama dengan senior grup dari wayang potehi fu he an dari Gudo Jombang Jawa Timur,” katanya.

Andika menerangkan penampilannya tadi menceritakan tentang seorang pendekar yang ingin mengabdi kepada negara meskipun dia itu seorang perantauan tetapi sangat ingin mengharumkan negeri nya, dengan berbagai lika liku yang dihadapi mulai dari kejahatan pejabat yang korup sampai upaya penyelamatan seseorang.

“Dari cerita yang dibawakan tadi bisa mengambil pesan bahwa dalam setiap masalah dalam kehidupan kita harus berpatok pada kebaikan dan kebenaran, dan adanya pesan mengenai berkebangsaan bahwa di sini terlepas dari identitas atau suku rasa apapun kita adalah warga Indonesia meskipun kita dalam perantauan tetapi jiwa berbangsa bernegara ini harus ada,” tegasnya

Sementara itu Rian anugrah dalang sanggar Genta Cakra Buana Giri Ciamis mengaku dirinya merasa bangga dan senang bisa berkolaborasi bersama wayang potehi

“Ini merupakan pengalaman yang luar biasa, saya sudah tahu tentang wayang potehi begitupun Sai hu Andika karena sering menonton via virtual, dan saya rasa kegiatan hari ini sangat spektakuler karena semuanya merupakan awal dan pengalaman perdana,” jelasnya

Rian mengungkapkan wayang golek yang ia bawakan hanya menampilkan beberapa tokoh ikonik saja.

“Karena disini hanya sebagai MC atau pembawa acara jadi penampilan intinya itu wayang potehi, kita hanya membuka acara dan mengisi beberapa tektokan bercanda jadi saya hanya membawa tokoh wayang golek yang ikonik salah satunya Cepot dan ada juga si Buta,” pungkasnya.
(Sunarti/ungkapsebab.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *