Juni 12, 2026

Ungkap Sebab

Sumber Informasi Terpercaya

Regenerasi GMNI Garut, Konfercab XIII Digelar

ungkapsebab.com, BERITA GARUT. Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Kabupaten Garut baru saja menyelesaikan Konferensi Cabang XIII. Acara ini berlangsung sejak Hari Sabtu, (22/02/2025) hingga Hari Senin, (03/03/2025) di Balai Latihan Kerja Kabupaten Garut.

Acara ini dihadiri oleh beberapa Dewan Pengurus Komisariat (DPK) definitif yaitu Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Garut (FISIP UNIGA), Fakultas Pendidikan Islam dan Keguruan Universitas Garut (FPIK UNIGA), Fakultas Ekonomi Universitas Garut (FEKON UNIGA), Sekolah Tinggih Hukum Garut (STHG), IPI (Institute Pendidikan Indonesia) Garut dan Universitas Persatuan Islam (UNIPI) Garut.

Konferensi ini menjadi momen penting dalam proses regenerasi kepemimpinan organisasi mahasiswa yang memiliki peran strategis dalam gerakan pemuda.

Sebagai agen perubahan, GMNI memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk kader-kader yang berpikir kritis serta mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah dan nasional. Dalam konteks inilah, regenerasi kepemimpinan menjadi hal yang mutlak dilakukan agar roda organisasi tetap berjalan dengan baik.

Selama konferensi, para kader dari berbagai komisariat berdiskusi dan mengevaluasi kinerja kepengurusan sebelumnya. Mereka juga membahas strategi untuk menjawab tantangan organisasi ke depan.

Proses ini tidak selalu berjalan mulus. Dinamika dan perbedaan pendapat menjadi bagian tak terpisahkan dari demokrasi internal GMNI. Namun, hal itu justru mencerminkan sehatnya budaya diskusi dalam organisasi.

Hasil dari konferensi tersebut menetapkan Ketua DPC GMNI Garut, Bung Fazha Moch Nazhar Nazrullah dari Dewan Pengurus Komisariat Sekolah Tinggi Hukum Garut (DPK STHG) untuk periode 2025-2027.

Dalam sambutannya, Fazha menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh kader yang telah berpartisipasi dalam konferensi ini.

“Saya mengapresiasi seluruh jajaran DPP GMNI, DPC GMNI Garut, serta DPK se-Kabupaten Garut yang telah mengawal jalannya organisasi sesuai AD/ART,” ujarnya.

Fazha juga menegaskan bahwa di bawah kepemimpinannya, GMNI Garut akan terus berperan sebagai motor penggerak perubahan.

“Ke depan, saya berharap DPC GMNI Garut bisa lebih baik lagi dalam mencapai tujuan organisasi dan menjadi salah satu pendorong kemajuan pembangunan bagi Kabupaten Garut, bahkan Indonesia,” tambahnya.

Regenerasi kepemimpinan memang penting, tetapi lebih dari itu, substansi kepemimpinanlah yang akan menentukan arah organisasi. GMNI tidak boleh terjebak dalam kegiatan yang hanya bersifat seremonial tanpa dampak nyata bagi masyarakat.

Dalam beberapa tahun terakhir, organisasi mahasiswa sering kali dikritik karena lebih fokus pada kegiatan internal daripada aksi nyata di lapangan. Padahal, sebagai organisasi yang mengusung semangat perjuangan rakyat kecil, GMNI seharusnya lebih aktif dalam advokasi isu-isu sosial, ekonomi, dan politik yang berdampak langsung pada masyarakat Garut.

Fazha dan jajaran kepengurusan baru memiliki tugas besar untuk memastikan GMNI tetap relevan. Mereka harus mampu menjawab tantangan zaman dengan inovasi dan langkah nyata yang berpihak pada kepentingan rakyat.

BACA JUGA: Bupati Ciamis: Jika Lebih Kondusif, Saya Siap Tanpa Wakil

Konferensi Cabang XIII DPC GMNI Garut telah menghasilkan pemimpin baru yang diharapkan dapat membawa perubahan positif. Namun, kepemimpinan tidak hanya soal jabatan, melainkan soal tanggung jawab dan kerja nyata.

GMNI harus membuktikan bahwa mereka tidak hanya menjadi wadah kaderisasi, tetapi juga kekuatan yang mampu memberikan solusi bagi permasalahan di daerah.

“Perjuangan belum selesai! kini, tugas kader GMNI Garut adalah memastikan bahwa perjuangan itu terus berlanjut dengan aksi nyata dan keberpihakan pada rakyat,” pungkas Fazha. (Liklik/ungkapsebab.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *