Juni 12, 2026

Ungkap Sebab

Sumber Informasi Terpercaya

Bencana di Tasikmalaya, Warga Sahur di Pengungsian

ungkapsebab.com, BERITA TASIKMALAYA.  Warga Kampung Margamulya, Desa Cikondang, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, terpaksa menjalani sahur di pengungsian. Pergerakan tanah yang semakin parah membuat mereka kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Sebanyak 45 kepala keluarga (KK) atau 121 jiwa kini tinggal di pengungsian desa, sementara yang lain memilih mengungsi ke luar desa. Situasi ini tidak mudah, terutama saat harus menjalankan ibadah puasa dalam keterbatasan.

Kepala Desa Cikondang, Rosita, mengungkapkan bahwa warga tetap berusaha menjalankan ibadah sebaik mungkin meskipun jauh dari kenyamanan rumah.

“Ya minimal, warga sudah aman dievakuasi ke pengungsian. Mereka bisa makan bersama dan bercengkerama. Namun, tentu ini bukan situasi yang diharapkan siapa pun,” ujar Rosita, pada Minggu, (02/03/2025).

Pergerakan tanah di Desa Cikondang mulai terjadi sejak akhir Januari 2025. Awalnya, retakan tanah hanya beberapa sentimeter, tetapi kini mencapai kedalaman hingga tiga meter. Akibatnya, 90 rumah terdampak, dengan 55 rumah mengalami kerusakan berat dan 35 rumah mengalami kerusakan sedang.

Tidak hanya itu, satu masjid dan dua madrasah juga mengalami kerusakan, serta lebih dari 10 hektare lahan perkebunan terdampak.

Data terbaru menunjukkan bahwa 103 KK (271 jiwa) terkena dampak langsung. Sebanyak 88 KK (223 jiwa) telah dievakuasi, dengan 43 KK (102 jiwa) tinggal di penampungan desa dan 45 KK (121 jiwa) mengungsi ke luar desa. Namun, masih ada 11 KK (27 jiwa) yang bertahan di rumah mereka meskipun kondisi semakin berbahaya.

Dampak bencana ini tidak hanya dirasakan oleh warga Cikondang. Beberapa ruas jalan yang menghubungkan Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Pangandaran mengalami retak dan ambles, mengganggu aktivitas dan akses masyarakat. Bahkan, pergerakan tanah mulai merambah ke Desa Cijulang, Kabupaten Pangandaran.

Meskipun kondisi sulit, warga tetap berusaha menjalankan ibadah puasa dengan semangat. Setiap sahur dan berbuka, mereka berkumpul di tempat pengungsian untuk saling menguatkan.

“Alhamdulillah, warga yang mengungsi di luar desa pun ikut sahur bersama di sini, termasuk para relawan,” ujar Rosita.

Namun, di balik kebersamaan itu, ada kesedihan mendalam. Banyak warga kehilangan rumah dan harta benda mereka.

Rosita mengingatkan warga agar tetap waspada dan mematuhi arahan petugas. Sebab ancaman pergerakan tanah masih ada, terutama karena curah hujan yang terus tinggi setiap hari.

“Kami meminta warga tetap berhati-hati jika melintas atau berada di sekitar zona bencana. Tim relawan dan petugas terus melakukan pemantauan dan patroli untuk memastikan keselamatan warga,” tambahnya.

BACA JUGA: Tanah Ulayat: Dari Kepastian Hukum ke Produktivitas 

Penanganan yang cepat dan tepat sangat dibutuhkan, baik dalam hal bantuan logistik, tempat tinggal sementara, maupun solusi jangka panjang. Pemerintah harus memastikan bahwa warga tidak hanya diselamatkan dari bahaya, tetapi juga diberi kepastian tentang masa depan mereka.

Di tengah situasi sulit ini, semangat gotong royong menjadi kekuatan utama warga. Mereka berharap dukungan dari berbagai pihak agar bisa segera pulih dan kembali menjalani kehidupan seperti sedia kala. (Aa Fauzy/ungkapsebab.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *