Dinas KB Ciamis Sasar Pedagang untuk Layanan KB
ungkapsebab.com, BERITA CIAMIS. Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Ciamis mengadakan layanan KB dan kesehatan reproduksi di lima pasar tradisional, yaitu di Ciamis, Kawali, Rancah, Banjarsari, dan Panumbangan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perencanaan keluarga serta mempermudah akses terhadap layanan kontrasepsi.
Kepala DPPKBPPPA Kabupaten Ciamis, Dian Budiyana, menyatakan bahwa pasar merupakan lokasi yang banyak masyarakat, terutama pedagang dan pengunjung, yang sulit meluangkan waktu untuk datang ke fasilitas kesehatan.
“Kami ingin memastikan seluruh masyarakat, terutama mereka yang sibuk bekerja, tetap bisa mendapatkan layanan KB dengan mudah dan gratis,” ujarnya pada Rabu, (26/02/2025).
Dalam kegiatan ini, ada berbagai metode kontrasepsi, termasuk pemasangan IUD, suntik KB, dan pembagian kondom bagi pria. Sebelum menerima layanan, peserta harus melakukan pemeriksaan medis untuk memastikan metode kontrasepsi yang dipilih sesuai dengan kondisi kesehatan mereka.
Dian menjelaskan bahwa pemilihan alat kontrasepsi harus mempertimbangkan faktor-faktor seperti jumlah anak, usia anak terkecil, serta kondisi kesehatan ibu. Jika peserta memiliki masalah kesehatan tertentu, seperti tekanan darah tinggi, maka metode tanpa efek hormonal seperti IUD lebih dianjurkan.
“Keselamatan dan kenyamanan peserta adalah prioritas kami, karena itu pemeriksaan kesehatan dilakukan terlebih dahulu,” jelas Dian.
Di Pasar Ciamis, sejak pagi masyarakat mulai berdatangan untuk mendapatkan layanan ini. Hingga siang hari, setidaknya 15 akseptor telah menerima pelayanan, dan jumlahnya diperkirakan terus bertambah.
Seorang pedagang, Siti (34), mengungkapkan bahwa program ini sangat membantunya.
“Saya sibuk berdagang setiap hari, jadi sulit menyempatkan waktu ke Puskesmas. Dengan adanya layanan ini di pasar, saya bisa mendapatkan suntik KB tanpa harus meninggalkan dagangan terlalu lama,” katanya.
Yanto (40), seorang pedagang lainnya, juga mengapresiasi layanan ini karena turut menyediakan kondom bagi pria. Menurutnya, perencanaan keluarga bukan hanya tanggung jawab perempuan.
“KB bukan cuma urusan istri, suami juga harus berperan. Adanya pembagian kondom ini sangat membantu,” ujarnya.
Selain memberikan layanan langsung, program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menekan laju pertumbuhan penduduk. Dian menegaskan bahwa keberhasilan program KB tidak bisa dicapai secara instan, tetapi harus dilakukan secara berkelanjutan.
Menurutnya, jika pertumbuhan penduduk tidak dikendalikan, berbagai masalah sosial dan ekonomi akan muncul, seperti kemiskinan, pengangguran, serta keterbatasan akses pendidikan dan kesehatan.
BACA JUGA: Tradisi Kampung Lebak: Toleransi dalam Aksi Nyata
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat semakin sadar akan pentingnya merencanakan keluarga. Ini bukan hanya demi kesejahteraan individu, tetapi juga untuk kemajuan daerah,” tegasnya.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Puskesmas, kader KB, dan pemerintah desa. Kader KB yang bertugas di masing-masing pasar turut membantu memberikan informasi kepada masyarakat mengenai manfaat KB dan perencanaan keluarga.
“Pemerintah hadir untuk memastikan pelayanan KB dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat. Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata dan membantu meningkatkan kualitas hidup keluarga di Kabupaten Ciamis,” tutupnya. (Dine/ungkapsebab.com)
