Grand Final Ujang Nyai Ciamis 2026 Angkat Budaya Sunda
ungkap sebab.web.id, BERITA CIAMIS. Grand Final Pasanggiri Ujang Nyai ke-9 Tahun 2026 kembali digelar dengan meriah di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis pada Minggu (07/06/2026). Kegiatan tahunan ini menjadi salah satu wadah penting bagi generasi muda untuk menampilkan bakat sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya Sunda di wilayah Tatar Galuh.
Sejak pagi, suasana aula tampak dipadati tamu undangan, peserta, serta para pendukung yang memberikan semangat kepada finalis.
Sejumlah pejabat daerah turut hadir, di antaranya Ketua TP PKK Kabupaten Ciamis Kania Ernawati Herdiat, Kepala Dinas Pariwisata Heryan Rusyandi, serta perwakilan DPRD dan berbagai instansi terkait.
Dalam sambutannya, Kania Ernawati Herdiat menyampaikan bahwa ajang ini bukan hanya sekadar lomba tahunan, melainkan ruang pembentukan karakter bagi generasi muda.
“Kami berharap para peserta tidak hanya tampil percaya diri di panggung, tetapi juga mampu menjaga sikap dan menjunjung tinggi nilai budaya Sunda dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Kania juga menambahkan bahwa para Ujang dan Nyai yang terpilih nantinya diharapkan dapat menjadi contoh positif di lingkungan masing-masing. Menurutnya, peran generasi muda sangat penting dalam menjaga identitas budaya di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, Heryan Rusyandi, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Pasanggiri ini memiliki tujuan yang lebih luas dari sekadar kompetisi. Ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dirancang sebagai sarana pembinaan mental, wawasan, dan etika generasi muda.
“Bagi kami, ini bukan hanya ajang unjuk bakat. Lebih dari itu, kami ingin membentuk generasi yang memahami budaya, memiliki karakter kuat, dan mampu bersaing secara positif di era modern,” ujarnya.
Ketua panitia, Gerak, juga menuturkan bahwa pelaksanaan tahun ini dibuat lebih terarah dengan penilaian yang lebih komprehensif. Ia menjelaskan bahwa peserta tidak hanya dinilai dari penampilan, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, komunikasi, serta pemahaman terhadap nilai budaya.
“Penilaian kami tahun ini lebih menyeluruh. Kami ingin memastikan bahwa peserta benar-benar memiliki kualitas, bukan hanya di atas panggung, tetapi juga dalam sikap dan wawasan,” kata Gerak.
BACA JUGA: Zona Khas Karangkamulyan Dorong Wisata Ramah Muslim
Dalam sesi final, para peserta menampilkan berbagai kemampuan seperti seni, komunikasi publik, hingga menjawab pertanyaan seputar isu sosial dan budaya. Dewan juri menilai adanya peningkatan kualitas dibandingkan tahun sebelumnya, baik dari segi kepercayaan diri maupun cara berpikir peserta.
Acara berlangsung dengan antusiasme tinggi dari penonton yang terus memberikan dukungan hingga akhir kegiatan. Dengan terselenggaranya grand final ini, diharapkan lahir generasi muda Ciamis yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu menjaga serta melestarikan budaya daerah di tengah arus globalisasi. (Dena A Kurnia)
