Anggota DPR RI Komisi IV Dorong Pertanian Organik dalam 4 Pilar
ungkapsebab.web.id, BERITA CIAMIS. Sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Namun, tantangan berupa kerusakan lingkungan dan meningkatnya risiko kesehatan akibat penggunaan bahan kimia berlebihan kini menjadi perhatian serius. Menyikapi hal tersebut, Anggota DPR RI Komisi IV, Herry Dermawan, menggelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan dengan fokus pada pengembangan pertanian organik dan berkelanjutan.
Kegiatan ini di laksanakan beberapa waktu lalu yang berlangsung di Desa Sadapaingan, Kecamatan Panawangan, pada Jumat (12/12/2025), dan diikuti oleh masyarakat serta para petani setempat.
Sosialisasi tersebut bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar kembali mengelola pertanian secara ramah lingkungan demi menjaga kelestarian alam sekaligus meningkatkan kualitas hidup.
Dalam sambutannya, Herry Dermawan menegaskan bahwa pertanian organik merupakan wujud nyata pengamalan nilai-nilai kebangsaan. Menurutnya, merawat bumi melalui praktik pertanian berkelanjutan bukan sekadar persoalan teknik bercocok tanam, melainkan bagian dari implementasi 4 Pilar Kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Pertanian organik mengedepankan semangat gotong royong antarpetani serta keadilan sosial dalam pemanfaatan sumber daya alam. Kita tidak boleh merusak hak generasi mendatang,” ujar Herry.
Herry menjelaskan bahwa pertanian berkelanjutan menjamin hak warga negara atas lingkungan hidup yang baik dan sehat, sekaligus mendukung kedaulatan pangan nasional. Selain itu, menjaga kesuburan tanah juga merupakan bagian dari upaya menjaga kedaulatan wilayah.
“Tanah yang subur dan tidak bergantung pada pupuk kimia impor akan memperkuat ketahanan nasional,” tambahnya.
Herry juga menekankan pentingnya menghargai kearifan lokal dan tradisi pertanian yang telah lama terbukti selaras dengan alam di berbagai wilayah Nusantara. Menurutnya, semangat Bhinneka Tunggal Ika tercermin dalam keberagaman praktik pertanian tradisional yang tetap menjaga keseimbangan lingkungan.
Lebih lanjut, Herry menyampaikan bahwa transisi menuju pertanian organik merupakan investasi jangka panjang. Dampak negatif bahan kimia terhadap tanah dan kesehatan sering kali diabaikan, padahal efeknya dapat dirasakan dalam jangka waktu lama.
“Dengan menerapkan pertanian berkelanjutan, kita tidak hanya memproduksi pangan, tetapi juga mewariskan alam yang sehat bagi anak cucu,” katanya.
Saat ini, partisipasi masyarakat dalam pengembangan pertanian organik terus meningkat. Fokus utamanya adalah menciptakan ekosistem pertanian yang mandiri, di mana petani tidak lagi bergantung pada input kimia eksternal yang mahal, melainkan mampu mengolah dan memanfaatkan potensi alam di sekitar mereka.
BACA JUGA: Sosialisasi 4 Pilar Penghijauan Ajak Warga Cidolog Jaga Ekosistem Alam
Menutup kegiatan tersebut, Herry Dermawan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu menjaga kelestarian lingkungan.
“Pertanian yang sehat akan melahirkan masyarakat yang kuat. Inilah wujud nyata dari cita-cita luhur bangsa Indonesia,” pungkasnya. (Pepi Irwan/US)
