Bumdesma Sejahtera Evaluasi Kinerja dan Rencana 2025
ungkapsebab.com, BERITA CIAMIS. Badan Usaha Milik Bersama (Bumdesma) Sejahtera, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, menggelar Musyawarah Antar Desa (MAD) pada Senin, (17/02/2025) di Aula Kantor Kecamatan Baregbeg. Forum ini menjadi ajang evaluasi laporan pertanggungjawaban tahun 2024 serta penyusunan rencana kerja untuk tahun 2025.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Ciamis, Ape Ruswandana, jajaran pengurus Bumdesma, Muspika, kepala desa se-Kecamatan Baregbeg, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, serta perwakilan kelompok Simpan Pinjam Perempuan (SPP). Kehadiran berbagai pihak ini mencerminkan pentingnya Bumdesma dalam pembangunan ekonomi desa.
Direktur Bumdesma Sejahtera, Cucu Nudiana, dalam laporannya menyampaikan bahwa hingga akhir 2024, Bumdesma masih memiliki laba akad lancar sebesar Rp2,4 miliar. Dana tersebut bergulir di 24 kelompok usaha wanita di sembilan desa. Selain itu, kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADesa) tercatat sebesar Rp16,9 juta.
Menurut Cucu, usaha kelompok wanita di Baregbeg terus menunjukkan perkembangan positif. Cucu mengakui adanya tantangan besar dalam pengelolaan program simpan pinjam, seperti kredit macet masih menjadi masalah yang dapat menghambat perputaran modal bagi kelompok usaha lainnya.
“Banyak pinjaman yang belum dimanfaatkan secara optimal. Ini akan mengganggu keberlanjutan program simpan pinjam,” ujarnya.
MAD ini juga membahas strategi untuk mengatasi kredit macet yang terus meningkat.
Seorang kepala desa menegaskan pentingnya peran pemerintah desa dalam mengawasi kelompok usaha. Ia menekankan bahwa jika tidak ada pengawasan ketat, risiko kredit macet akan semakin besar.
“Jika pinjaman tidak lunas tepat waktu, maka modal tidak bisa berputar untuk usaha lainnya. Ini harus menjadi perhatian bersama,” katanya.
Bumdesma Sejahtera telah menyusun beberapa langkah strategis untuk tahun 2025. Di antaranya adalah meningkatkan pengawasan terhadap kredit macet, memberikan pembinaan kepada usaha mikro, serta menambah kader pengelola di setiap desa.
Pada akhir musyawarah, seluruh peserta menyepakati laporan pertanggungjawaban tahun 2024 dan menerima rencana kerja tahun 2025. Diskusi yang berlangsung menunjukkan kesadaran bersama bahwa tanpa pengelolaan yang baik, Bumdesma bisa menghadapi risiko stagnasi.
BACA JUGA: Club UISC Gelar Latihan Mingguan dan Sesi Foto di Lokasana
Dengan strategi yang lebih terarah dan pengawasan yang lebih ketat, Bumdesma Sejahtera diharapkan dapat terus berkontribusi dalam memperkuat ekonomi desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Baregbeg. Semua pihak sepakat bahwa tantangan yang ada harus dihadapi dengan kerja sama dan komitmen yang lebih kuat.
MAD kali ini bukan sekadar formalitas, tetapi langkah nyata untuk membangun ekonomi desa yang lebih kokoh dan berkelanjutan.(Edi/ungkapsebab.com)
