FGD Bahas, Strukturisasi Dewan Pendidikan Ciamis
ungkapsebab.com, BERITA CIAMIS. Pusat Kajian Hukum Universitas Galuh Ciamis menggelar Focus Group Diskusi (FGD) bertema “Perbaikan Arah dan Restrukturisasi Dewan Pendidikan Kabupaten Ciamis” pada Kamis (23/10/2025) di Aula Gedung Korpri Ciamis. Kegiatan ini diinisiasi sebagai upaya mendorong pembenahan kelembagaan Dewan Pendidikan Kabupaten Ciamis yang masa kepengurusannya telah berakhir sejak tahun 2016.
Ketua Pusat Kajian Hukum Universitas Galuh, Hendra Sukarman alias Ebo, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk kepedulian akademisi terhadap keberlangsungan tata kelola pendidikan di daerah. Ia menegaskan bahwa restrukturisasi Dewan Pendidikan sangat penting agar lembaga tersebut kembali berfungsi optimal sesuai mandat peraturan perundang-undangan.
“Kami menginisiasi kegiatan ini untuk memperbaiki sekaligus merestrukturisasi Dewan Pendidikan Ciamis. Diharapkan, FGD ini menjadi awal dari proses kolaboratif agar semua pihak dapat berkontribusi aktif dalam mewujudkan dewan pendidikan yang profesional, transparan, dan selaras dengan norma hukum yang berlaku,” ujar Hendra.
FGD ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain perwakilan DPRD Ciamis, Dinas Pendidikan, Majelis Ulama Indonesia (MUI), pengurus PGRI, aparat kepolisian, praktisi pendidikan, dan pemerhati pendidikan. Keterlibatan multipihak ini diharapkan dapat menghasilkan rumusan strategis yang komprehensif untuk penguatan Dewan Pendidikan Ciamis.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Ciamis, Andang Irpan Sahara, dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya pembenahan lembaga Dewan Pendidikan yang selama ini tidak aktif secara de jure sejak SK kepengurusan berakhir sembilan tahun lalu.
“Dewan Pendidikan memiliki peran strategis sebagai wadah partisipasi masyarakat dalam bidang pendidikan. Lembaga ini berfungsi memberi masukan, melakukan pengawasan, serta memastikan kualitas pendidikan tetap terjamin dan berbasis partisipasi publik,” kata Andang.
Andang juga memaparkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Ciamis saat ini berada di angka 72,56. Dua komponen penting dalam peningkatan IPM, yakni Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS), perlu mendapat perhatian serius. Berdasarkan data tahun 2024, HLS Ciamis mencapai 14,3 tahun, lebih tinggi dari rata-rata Jawa Barat. Namun, RLS baru mencapai 8,1 tahun atau setara kelas dua SMP.
“Untuk mencapai RLS 12 tahun, dibutuhkan waktu, komitmen, dan kerja sama semua pihak. Dewan Pendidikan harus menjadi penggerak utama dalam meningkatkan mutu pendidikan,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Muharram Ahmad Jajuli, yang membuka kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Universitas Galuh. Menurutnya, sinergi antara akademisi dan pemerintah sangat strategis dalam memperkuat tata kelola pendidikan daerah.
“Dewan Pendidikan memiliki peran penting sebagaimana diamanatkan dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yaitu sebagai wadah partisipasi masyarakat dalam peningkatan mutu layanan pendidikan,” ungkap Muharram.
Muharram menambahkan bahwa Dewan Pendidikan bukan sekadar simbol, melainkan mitra kritis pemerintah dalam memberikan pertimbangan dan pengawasan terhadap kebijakan pendidikan. Ke depan, lembaga ini perlu terus dievaluasi agar selaras dengan prinsip good governance, akuntabilitas publik, dan kebutuhan masyarakat.
“Kegiatan FGD ini penting bukan hanya membahas restrukturisasi lembaga, tetapi juga arah, peran, dan tata kelola Dewan Pendidikan agar lebih adaptif terhadap tantangan zaman,” ujarnya.
BACA JUGA: Expo Pemkab Ciamis Bangkitkan Semangat Ketahanan Pangan Daerah
FGD juga dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dan pegiat pendidikan, di antaranya anggota Komisi A DPRD Ciamis Ijudin, Ketua LSM Inpam Endin Lidnilillah, Hendra Markusi, serta pegiat Sakola Motekar, Deni WJ. Kehadiran mereka diharapkan memperkaya gagasan dalam penyusunan arah baru Dewan Pendidikan Kabupaten Ciamis.
Muharram berharap hasil diskusi ini dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan dan strategi penguatan kelembagaan pendidikan di Ciamis.
“Membangun pendidikan yang kuat memerlukan kolaborasi multipihak pemerintah, akademisi, masyarakat, swasta, dan media. Dewan Pendidikan harus menjadi jembatan di antara semua unsur tersebut,” pungkasnya. (Sari Okta)
