Munir, Korban Kekerasan di Tasikmalaya, Dapat Bantuan Dedi Mulyadi
Dedi Mulyadi Bantu Munir, Korban Kekerasan di Tasikmalaya (foto: tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel)
TASIKMALAYA,ungkapsebab.com– Munir (56), warga Kampung Nagarasari, Kelurahan Tamanjaya, Kecamatan Tamansari, akhirnya bisa bernapas lega setelah mendapat bantuan dari Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi.
Sebelumnya, Munir mengalami luka serius akibat serangan berandalan bermotor di Jalan Tamansari, Kota Tasikmalaya, yang membuatnya kesulitan membayar biaya pengobatan.
Serangan brutal itu membuat Munir harus menjalani operasi pemasangan pen di jari telunjuk kiri. Rumah sakit menetapkan biaya perawatan sebesar Rp9,5 juta, namun BPJS maupun Kartu Indonesia Sehat (KIS) tidak menanggungnya.
Dalam kondisi sulit, Munir hanya mampu membayar Rp1,5 juta berkat bantuan kerabatnya, sementara sisanya masih menjadi beban berat.
Dedi Mulyadi Langsung Bertindak
Keberuntungan datang saat Munir menerima telepon dari Dedi Mulyadi pada Selasa (11/2) malam. Dalam percakapan itu, Dedi berjanji menanggung seluruh biaya pengobatan Munir.
Tak hanya membantu pengobatan, Dedi juga memberikan santunan sebesar Rp2 juta per bulan selama enam bulan ke depan.
Dedi berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban Munir yang sehari-hari bekerja sebagai petani dan penjual kacang rebus.
“Ya, kata dokter, tangan ini baru bisa sembuh total dalam enam bulan ke depan,” ujar Munir dalam kutipan dari kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Kamis (13/02/2025).
Rasa Syukur dan Harapan Munir
Mendapat kabar baik itu, Munir dan istrinya, Emin (63), tak kuasa menahan haru. Mereka sangat bersyukur atas perhatian yang diberikan Dedi Mulyadi.
“Bingung tentunya, karena saya hanya mendapat sedikit untung dari bertani dan berjualan kacang serta jagung rebus,” ujar Munir, menggambarkan kesulitan ekonomi yang ia hadapi sebelum menerima bantuan.
Sebelumnya, Munir berharap rumah sakit memberinya keringanan biaya, mengingat ia bukan orang berada. Namun, pemerintah tidak menanggung pengobatannya karena regulasi yang berlaku menghalangi bantuan tersebut.
Dalam percakapan video call, Munir sempat bercanda dengan Dedi. “Ari aki terang te saha abi (kakek tahu nggak ini siapa yang menelpon)?” tanyanya. Dedi pun merespons santai dan memperkenalkan dirinya sebagai “juragan padi” dari Majalengka sebelum memastikan bantuannya segera diberikan.
Kasus Kekerasan Masih Jadi Ancaman
Kasus yang menimpa Munir menambah daftar panjang aksi kekerasan berandalan bermotor di Tasikmalaya. Hingga kini, pihak kepolisian masih menyelidiki kejadian tersebut, namun pelaku belum tertangkap.
Munir berharap aparat berwenang lebih serius memberantas aksi premanisme di jalanan agar tidak ada lagi korban seperti dirinya.
Dengan adanya bantuan dari Dedi Mulyadi, Munir kini bisa lebih fokus pada pemulihannya tanpa harus mengkhawatirkan biaya hidup. Ia berharap bisa segera kembali bekerja dan menghidupi keluarganya seperti sedia kala.
(Fauzy/ungkapsebab.com)
