Juni 12, 2026

Ungkap Sebab

Sumber Informasi Terpercaya

Hama Wereng Cokelat Ancam 150 Hektare Sawah di Bangunharja

 

ungkapsebab.com, BERITA CIAMIS. Petani padi di Desa Bangunharja, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, tengah menghadapi ancaman serius. Sejak akhir Juli 2025, hama wereng batang cokelat (WBC) menyerang lahan padi mereka, dan serangan ini semakin meluas.

Data dari pemerintah desa mencatat, sekitar 150 hektare sawah berstatus terancam, sementara empat hektare di antaranya sudah masuk kategori serangan ringan.

Kepala Desa Bangunharja, Carikin, menuturkan bahwa awalnya serangan hanya terlihat di satu atau dua petak sawah. “Sebagian besar menyerang padi berusia 30 sampai 45 hari setelah tanam. Kalau tidak cepat ditangani, kerusakannya bisa parah,” ujarnya, Kamis (14/08/2025).

Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) bersama tim Dinas Pertanian sudah turun memeriksa lokasi. Hasil pengecekan menemukan gejala khas WBC: daun menguning, mengering, dan mati akibat serangan pada batang serta pelepah.

Carikin mengungkapkan, bantuan pestisida sudah diterima dari pemerintah, namun jumlahnya belum mencukupi.

“Kami berterima kasih sudah dapat bantuan pestisida, tapi untuk 150 hektare lahan, stoknya masih kurang. Kami berharap ada tambahan,” katanya.

Di lapangan, kekhawatiran petani semakin terasa. Dedi (47), salah seorang petani, mengaku khawatir dengan kondisi ini.

“Kalau gagal panen, kerugian bisa sampai puluhan juta. Kami tidak sanggup kalau harus tanam ulang tanpa bantuan,” keluhnya.

Hama wereng batang cokelat dikenal sebagai hama berbahaya karena dapat berkembang biak dengan cepat, terutama pada cuaca panas dan lembab. Serangan biasanya datang tiba-tiba dan sulit dikendalikan jika penanganan terlambat.

BACA JUGA: Normalisasi Irigasi Ciputrahaji Segera Dilaksanakan 

Pakar pertanian mengingatkan pentingnya pengendalian hama terpadu (PHT) dengan kombinasi langkah, seperti pengamatan rutin, penggunaan varietas tahan wereng, pengaturan pola tanam, hingga memanfaatkan musuh alami hama.

Carikin juga mengatakan kasus di Bangunharja menjadi peringatan bahwa kewaspadaan dini dan penanganan cepat adalah kunci mencegah kerugian besar.

“Tanpa langkah konkret, ancaman gagal panen bisa menjadi kenyataan dan berdampak pada ketahanan pangan daerah,” pungkas. (Sari, ungkapsebab.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *