Juni 12, 2026

Ungkap Sebab

Sumber Informasi Terpercaya

Normalisasi Irigasi Ciputrahaji Segera Dilaksanakan

 

ungkapsebab.com, BERITA CIAMIS. Penantian panjang warga bantaran irigasi Sungai Ciputrahaji di Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, dan Kabupaten Pangandaran, segera berakhir. Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) memastikan program rehabilitasi jaringan irigasi tersebut akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Kepastian ini disampaikan Dinas SDA Provinsi Jabar saat menggelar sosialisasi Rehabilitasi Jaringan Irigasi Permukaan Ciputrahaji di Aula Kantor Kecamatan Banjarsari.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas SDA Provinsi Jabar Wilayah Sungai Citanduy, Cecep Sofian, menjelaskan pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp2,4 miliar untuk proyek ini. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan tembok penahan tanah (TPT) dan pengerukan saluran.

“Pengerjaan akan dilakukan oleh pihak ketiga,” ujarnya, Rabu (13/08/2025).

Cecep mengatakan, semula porsi pekerjaan adalah 80 persen TPT dan 20 persen pengerukan. Namun, setelah mempertimbangkan masukan dari warga dan pemerintah setempat, komposisinya diubah menjadi 80 persen pengerukan dan 20 persen TPT.

“Tahun ini fokus pada normalisasi dan pembuatan TPT sesuai hasil survei lapangan,” katanya. Ia juga menambahkan kemungkinan adanya fasilitas tambahan berupa alat penyaring sampah di beberapa titik.

Menurut Cecep, tujuan utama rehabilitasi ini adalah memastikan air irigasi dapat mengalir lancar ke lahan pertanian. “Prioritas kami adalah kebutuhan air petani terpenuhi, terutama saat masa tanam padi maupun palawija,” tegasnya.

Kepala Desa Sindangsari, Darusman, menyambut baik rencana ini. Ia mengungkapkan, irigasi Ciputrahaji sudah lama mengalami sedimentasi hingga hampir satu meter, yang mengakibatkan pendangkalan.

“Akhirnya penantian panjang masyarakat terjawab. Saya yakin warga akan mendukung penuh program ini,” ujarnya.

BACA JUGA: Polsek Banjarsari Dukung Ketahanan Pangan 

Darusman mengingatkan warga untuk ikut menjaga kondisi irigasi. “Jangan membuang sampah sembarangan, karena ini akan merusak hasil perbaikan,” pungkasnya.

Proyek ini diharapkan meningkatkan produktivitas pertanian, mengurangi risiko kekeringan, serta menjadi langkah strategis menjaga ketahanan pangan di wilayah Ciamis dan Pangandaran. (Redaksi, ungkapsebab.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *