Pemdes Banjaranyar Tanam Nasionalisme Kemah Kemerdekaan
ungkapsebab.com, BERITA CIAMIS. Untuk menumbuhkan kembali semangat nasionalisme di kalangan generasi muda sekaligus mengenang jasa para pahlawan, Pemerintah Desa Banjaranyar, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menggelar Kemah Wisata Kemerdekaan. Acara ini berlangsung di Eduwisata Lebah (Breeding Center) dan diikuti siswa SD hingga SMP yang berada di lingkungan desa tersebut.
Kepala Desa Banjaranyar, Sutrisno, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi sebuah program yang memadukan unsur edukasi, hiburan, dan penanaman nilai patriotisme. Ia mengatakan, pihaknya sengaja membuat konsep kegiatan sedemikian rupa agar anak-anak tidak hanya mendengar cerita perjuangan, tetapi juga dapat merasakannya.
“Materinya memang tidak lepas dari kepramukaan,” ujarnya, Sabtu (9/8/2025). “Namun, kami tambahkan edukasi tentang perjuangan para pahlawan. Anak-anak bisa membayangkan bagaimana beratnya merebut kemerdekaan.”
Dalam kegiatan tersebut, peserta dibekali pengetahuan tentang cinta NKRI, pentingnya menjaga persatuan, serta pengenalan sejarah kemerdekaan. Beberapa simulasi juga dilakukan untuk menciptakan suasana layaknya masa perjuangan, seperti makan dengan alas daun dan memanfaatkan alam sekitar untuk kebutuhan sehari-hari.
Menurut Sutrisno, pendekatan langsung seperti ini lebih efektif dibandingkan hanya memberikan ceramah. Ia menilai, metode praktik membuat anak-anak lebih mudah memahami nilai-nilai yang ingin ditanamkan.
“Kalau mereka langsung mengalami, maka pesan yang disampaikan akan lebih membekas,” jelasnya.
Sebelum acara dimulai, pemerintah desa telah berkoordinasi dengan sekolah-sekolah yang ada di Banjaranyar. Hasilnya, lima Sekolah Dasar dan satu Sekolah Menengah Pertama bersedia mengirimkan siswa untuk ikut serta. Respons positif ini menurut Sutrisno menjadi bukti bahwa kegiatan bertema patriotisme masih mendapat sambutan baik dari dunia pendidikan.
“Alhamdulillah, semua sekolah menyambut baik dan mengirimkan siswanya,” ungkapnya.
Kemah yang digelar selama dua hari satu malam ini dimulai pada Sabtu pagi dan berakhir Minggu sore. Selama kegiatan, para peserta menjalani serangkaian agenda yang dirancang untuk membangun disiplin, kerja sama, dan kemandirian. Mereka mengikuti pelatihan keterampilan pramuka, pengenalan sejarah perjuangan, serta latihan bertahan hidup di alam terbuka.
Tidak hanya itu, suasana kekeluargaan juga terjalin di antara peserta. Mereka saling membantu dalam menyelesaikan tugas, berbagi peralatan, dan menjaga kebersihan lingkungan kemah. Hal ini, kata Sutrisno, menjadi nilai tambah dari kegiatan tersebut.
“Selain belajar tentang sejarah dan nasionalisme, anak-anak juga belajar hidup rukun dan saling menghargai,” ujarnya.
Sutrisno berharap, pengalaman ini dapat memberikan kesan mendalam dan menumbuhkan rasa bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia. Sutrisno juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa dan sekolah untuk melanjutkan kegiatan positif di masa depan.
BACA JUGA: Jalan Sehat Desa Awiluar Semarakan HUT RI ke -80
“Saya berharap kerja sama ini terus terjalin. Kita harus bersama-sama membentuk generasi muda yang cinta tanah air,” pungkasnya.
Kemah Wisata Kemerdekaan ini menjadi salah satu bentuk nyata pendidikan karakter yang dikemas secara kreatif. Dengan memadukan kegiatan pramuka, edukasi sejarah, dan simulasi kehidupan masa perjuangan, para siswa tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga pengalaman yang dapat mereka kenang seumur hidup. Nilai-nilai seperti gotong royong, disiplin, kemandirian, dan rasa cinta tanah air diharapkan tertanam kuat sejak usia dini. ( , ungkapsebab.com)
