April 24, 2026

Ungkap Sebab

Sumber Informasi Terpercaya

Kemah Dakwah Uji Peran Nyata Para Santri

ungkapsebab.com, BERITA CIAMIS.  Pondok Pesantren Darussalam, yang berlokasi di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kembali menggelar kegiatan tahunan bertajuk Kemah Dakwah Islamiah. Kegiatan ini berlangsung di lapangan Desa Cikaso, Kecamatan Banjaranyar, mulai 11 hingga 21 Mei 2025. Kemah dakwah bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi wadah untuk melatih para santri menjembatani teori dan praktik dakwah di tengah masyarakat.

Pada saat pembukaan pada Senin, (12/05/2025), hadir sejumlah tokoh penting. Kepala Kantor Kementerian Agama Ciamis, H. Asep Lukman Hakim, S.Ag., M.Si., bersama pengurus pesantren, kepala desa, karang taruna dan tokoh masyarakat setempat yang turut menyaksikan. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan terhadap peran pesantren dalam pembangunan karakter dan integrasi sosial.

Misi Sosial dan Pendidikan Lapangan

Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam, KH. Dr. Fadlil Yani Ainusyamsi, MBA., M.Ag., mengatakan bahwa Kemah Dakwah adalah program rutin yang digelar setiap tahun. Ia menjelaskan, kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam membekali santri dengan keterampilan sosial dan kepemimpinan.

“Kegiatan ini bertujuan agar para santri bisa mengaplikasikan langsung apa yang telah mereka pelajari selama di pesantren,” ujar Fadlil . Ia menambahkan bahwa dakwah tidak bisa hanya dikuasai di atas kertas. Perlu pengalaman nyata, interaksi langsung dengan masyarakat, serta pemahaman tentang kondisi sosial yang beragam.

Sebanyak 310 siswa kelas 12 dari SMA dan Madrasah Aliyah Darussalam ikut serta dalam kemah ini. Mereka tinggal di tenda, mengikuti serangkaian kegiatan mulai dari pengajaran agama, kerja bakti, penyuluhan sosial, hingga pelatihan keterampilan masyarakat. Kehidupan di alam terbuka juga menjadi ajang pembentukan karakter dan mental yang tangguh.

Evaluasi dan Tantangan Nyata

Meski kegiatan ini mendapat apresiasi, evaluasi tetap penting dilakukan. Apakah pendekatan yang digunakan cukup relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini? Apakah metode penyampaian dakwah santri bisa diterima oleh warga desa? Pertanyaan-pertanyaan ini patut diajukan sebagai bahan refleksi.

Dalam pandangan kritis, kegiatan seperti ini memang sangat bermanfaat. Namun, harus diakui bahwa sering kali pelatihan dakwah masih cenderung bersifat satu arah. Masyarakat tidak hanya menjadi objek, tetapi juga seharusnya menjadi mitra dialog. Santri perlu dibekali juga dengan pendekatan yang lebih partisipatif, bukan hanya menyampaikan ceramah, tetapi juga mendengarkan.

Ajang Penyegaran Pascakelulusan

Fadlil menambahkan bahwa para peserta Kemah Dakwah ini sebagian besar telah dinyatakan lulus dari pendidikan formal setelah mengikuti ujian nasional. Kegiatan ini juga menjadi ajang refreshing atau penyegaran mental sebelum mereka melangkah ke jenjang berikutnya, baik di pendidikan tinggi maupun langsung ke masyarakat.

“Ini bukan hanya pelatihan, tapi juga ruang bagi mereka untuk meresapi makna dakwah yang sesungguhnya,” kata Fadlil. Ia menegaskan bahwa dakwah yang kuat adalah dakwah yang memahami konteks, bukan sekadar hafalan atau formalitas.

BACA JUGA: Sekolah Kehidupan di Tengah Alam Ciamis

Harapan untuk Santri Masa Depan

Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Darussalam ingin mencetak generasi santri yang tidak hanya cerdas secara spiritual dan intelektual, tetapi juga mampu berdiri di tengah masyarakat dengan sikap bijak, terbuka, dan solutif. Dakwah bukan sekadar menyampaikan, tapi juga membangun.

Dengan pendekatan yang terus dievaluasi dan ditingkatkan, Kemah Dakwah bisa menjadi model pendidikan sosial-keagamaan yang relevan untuk era modern. (Hendra/ungkapsebab.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *