April 24, 2026

Ungkap Sebab

Sumber Informasi Terpercaya

Jabar Gelar Verifikasi Lomba Kehutanan 2025

ungkapsebab.com, BERITA CIAMIS.  Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Cabang Dinas Kehutanan Wilayah VII menggelar kegiatan penilaian Lomba Wana Lestari 2025 kategori Penyuluh Kehutanan PNS. Penilaian ini berlangsung pada Kamis, (08/05/2025), di Kampung Bungur, Desa Jalatrang, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis.

Kegiatan ini bukan sekadar perlombaan rutin tahunan. Lebih dari itu, lomba ini menjadi ajang evaluasi terhadap peran nyata penyuluh kehutanan di lapangan, khususnya dalam mendukung pelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa sekitar hutan.

Tahap Penting Seleksi

Penyuluh dari Cabang Dinas Kehutanan Wilayah VII Jawa Barat dan juga salah satu nominasi dalam lomba ini, Diki Irawan, S.P., menegaskan bahwa kegiatan di Jalatrang merupakan tahap lanjutan dari proses uji materi yang telah dilaksanakan sebelumnya.

“Kami sudah melalui tahapan presentasi materi dua minggu lalu. Hari ini adalah verifikasi lapangan, untuk melihat langsung apakah kegiatan yang kami laporkan benar-benar dilakukan dan membawa dampak,” ujar Diki di hadapan tim penilai dan masyarakat setempat.

Ia menyebutkan bahwa penyuluh kehutanan tidak hanya berbicara soal tanam-menanam, tetapi juga mendampingi masyarakat dalam setiap proses mulai dari persemaian, pemeliharaan tanaman, hingga penjualan hasil hutan.

Bukan Sekadar Aktivitas Seremonial

Tim panelis penilai lomba menggunakan sejumlah indikator yang cukup ketat. Penilaian tidak dilakukan secara asal atau hanya berdasarkan dokumentasi formal.

Salah satu panelis menyampaikan bahwa aspek paling penting adalah dampak langsung kegiatan penyuluhan terhadap masyarakat dan lingkungan.

“Apakah masyarakat menjadi lebih paham tentang fungsi hutan? Apakah ada perubahan perilaku atau peningkatan pendapatan dari hasil hutan? Itu yang kami cari,” ungkapnya.

Lebih lanjut, mereka menilai bagaimana penyuluh melakukan edukasi melalui pendekatan langsung, bukan dengan metode satu arah. Penyuluhan yang baik, menurut mereka, harus bersifat dialogis dan solutif.

Jangan Jadikan Lomba Sekadar Formalitas

Meski kegiatan ini patut diapresiasi, tetap ada catatan penting. Kegiatan lomba tidak boleh berhenti pada tataran seremonial. Pemerintah daerah dan instansi terkait harus memastikan bahwa penyuluh kehutanan dibekali dengan dukungan yang memadai baik secara anggaran, pelatihan, maupun fasilitas.

Penyuluh adalah ujung tombak keberhasilan program kehutanan. Namun sering kali mereka bekerja dalam keterbatasan. Bila penilaian hanya fokus pada siapa yang paling pintar menyusun laporan, maka esensi Wana Lestari sebagai gerakan pelestarian akan kehilangan makna.

BACA JUGA: Sosialisasi Disdik Larang Siswa Bawa Kendaraan Sekolah

Hutan Lestari, Masyarakat Mandiri

Di akhir kegiatan, Diki Irawan menyampaikan harapannya agar lomba ini tidak hanya menghasilkan pemenang, tapi juga menciptakan perubahan jangka panjang.

“Harapan kami sederhana: hutan tetap lestari, masyarakat hidup sejahtera. Itulah tujuan utama penyuluh kehutanan,” tutupnya.

Semoga kegiatan seperti ini tidak berhenti menjadi rutinitas tahunan, melainkan menjadi bagian dari gerakan kolektif menjaga hutan dan masa depan desa. (Ayep/ungkapsebab.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *