April 25, 2026

Ungkap Sebab

Sumber Informasi Terpercaya

Cap Go Meh Ciamis 2576 Meriah, Ribuan Warga Tumpah

ungkapsebab.com, BERITA CIAMIS.  Perayaan Cap Go Meh 2576 Kongzili di Ciamis berlangsung meriah. Ribuan warga tumpah ruah di Jalan Kelenteng Hok Tek Bio, Selasa (12/2/2025), untuk menyaksikan atraksi Barongsai dan Liong yang mempesona.

Sebagai puncak perayaan Tahun Baru Imlek, acara ini dimulai dengan berbagai kegiatan budaya dan ritual keagamaan. Cuaca cerah menambah semarak suasana, sementara tabuhan tambur dan suara gemerincing lonceng mengiringi setiap atraksi.

Jiao Sheng Widi Priatno, rohaniawan Khonghucu Priangan Timur, mengungkapkan bahwa tahun ini perayaan terasa lebih leluasa dibanding sebelumnya.

“Tahun ini lebih meriah karena situasi politik sudah lebih stabil setelah pemilu, sehingga masyarakat bisa merayakan dengan lebih bebas,” ujarnya.

Daya tarik utama perayaan ini adalah penampilan Barongsai dan Liong dari Koi Suci Semarang. Gerakan lincah dan akrobatik para pemain berhasil membuat penonton terpukau. Sesekali, Barongsai mendekati kerumunan dan berinteraksi dengan anak-anak, menciptakan suasana yang hangat dan penuh kegembiraan.

Seorang pengunjung, Anton, mengaku datang sejak pagi untuk mendapatkan tempat terbaik. “Saya selalu suka atraksi Barongsai, apalagi kalau sampai bisa menyentuh kepala Barongsai, katanya membawa keberuntungan,” katanya sambil tersenyum.

Tak hanya warga keturunan Tionghoa, masyarakat dari berbagai latar belakang juga tampak menikmati pertunjukan ini. Cap Go Meh di Ciamis memang bukan sekadar perayaan komunitas, tetapi sudah menjadi bagian dari budaya lokal yang dinantikan setiap tahun.

Setelah atraksi Barongsai, acara berlanjut dengan kirab budaya yang mengelilingi beberapa ruas jalan di pusat kota. Rombongan yang terdiri dari berbagai komunitas budaya ini bergerak dari Kelenteng Hok Tek Bio menuju Toko Hejo, lalu melewati Jalan Martadinata, Yos Sudarso, sebelum kembali ke kelenteng.

Di sepanjang rute, warga berdiri di tepi jalan, menyaksikan rombongan yang membawa patung dewa, bendera merah emas, dan dupa yang mengepulkan asap wangi. Kirab ini menjadi simbol keberagaman yang harmonis di Ciamis, di mana semua lapisan masyarakat bisa ikut serta dalam kegembiraan.

Acara ditutup dengan ritual sembahyang besar di dalam kelenteng. Warga Khonghucu dan simpatisan berkumpul untuk memanjatkan doa syukur atas 15 hari perjalanan memasuki tahun baru.

“Tujuan utama perayaan ini adalah bersyukur kepada Tuhan. Harapannya, tahun ini menjadi tahun yang penuh berkah bagi kita semua, bangsa Indonesia pada umumnya, dan khususnya warga Ciamis agar tetap aman, nyaman, damai, dan makmur,” kata Widi.

Di tengah kemeriahan, ada satu rencana yang urung terlaksana. Awalnya, panitia mempertimbangkan kirab yang lebih luas hingga ke pendopo kabupaten sebagai bentuk syukuran. Namun, rencana tersebut batal karena bupati terpilih belum dilantik.

“Mudah-mudahan tahun depan kita bisa kembali melakukan kirab seperti dulu, berkeliling sepanjang jalan dan ke pendopo untuk bersyukur bersama,” harap Widi.

Widi menegaskan bahwa Cap Go Meh bukan sekadar pesta rakyat, tetapi juga momentum untuk mempererat hubungan dengan pemerintah dan masyarakat luas.

Pembatalan ini memang disayangkan oleh beberapa peserta, terutama mereka yang ingin melihat perayaan semakin besar. Namun, mereka memahami bahwa faktor politik dan administrasi daerah turut mempengaruhi keputusan tersebut.

Cap Go Meh di Ciamis telah menjadi tradisi yang melampaui batas etnis dan agama. Kehadiran ribuan pengunjung dari berbagai latar belakang membuktikan bahwa keberagaman bisa dirayakan dengan penuh kebersamaan.

Perayaan ini juga memberi dampak positif bagi ekonomi lokal. Para pedagang makanan dan suvenir di sekitar kelenteng mengaku mendapatkan peningkatan omzet yang signifikan.

“Kalau ada acara seperti ini, dagangan saya laku keras. Semoga setiap tahun semakin ramai,” kata seorang pedagang bakso di sekitar lokasi acara.

Masyarakat berharap, pemerintah daerah bisa lebih mendukung acara ini di masa depan, baik dalam hal perizinan, fasilitas, maupun promosi. Dengan antusiasme yang tinggi dari warga, Cap Go Meh di Ciamis berpotensi menjadi salah satu agenda wisata budaya unggulan yang menarik wisatawan dari luar daerah.

BACA JUGA: Polres Banjar Gelar Sertijab Pejabat Utama di Mapolres

“Kami ingin acara ini semakin besar, semakin dikenal. Bukan hanya tradisi kami, tapi juga warisan budaya yang bisa dinikmati semua orang,” ujar Widi.

Perayaan tahun ini membuktikan bahwa Cap Go Meh bukan sekadar ritual tahunan, tetapi juga cerminan semangat gotong royong dan harmoni sosial. Selama tradisi ini terus dijaga, Ciamis akan tetap menjadi contoh nyata bahwa keberagaman adalah kekuatan. (Dine/ungkapsebab.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *