Juni 12, 2026

Ungkap Sebab

Sumber Informasi Terpercaya

Ratusan Warga Bersihkan Sungai Cipalih

ungkapsebab com. BERITA CIAMIS. Ratusan warga tumpah ruah ke tepian Sungai Cipalih–Nagawiru, Sindangrasa, Kecamatan Ciamis, untuk kegiatan bersih-bersih menjaga keberlangsungan sistem irigasi. Minggu (27/4/2025)

Kegiatan Normalisasi Sungai Cipalih–Nagawiru ini diinisiasi oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Kabupaten Ciamis bersama Pemerintah Kecamatan Ciamis, ASN, PDAM, serta sejumlah komunitas lingkungan.

Lebih dari 200 orang ambil bagian aktif dalam membersihkan sedimen lumpur, memangkas gulma liar, hingga menyingkirkan pipa ilegal yang menghambat aliran air.

Kepedulian Kolektif yang Membangun Harapan Baru

Camat Ciamis, Drs. Dedy Mudyana, M.Si., hadir langsung di lokasi dan memberikan apresiasi atas partisipasi warga. Ia menekankan pentingnya membangun budaya hidup bersih serta kesadaran kolektif terhadap potensi bencana seperti banjir dan krisis air.

“Kita masih melihat kebiasaan membuang sampah ke sungai. Ini bukan hanya soal sampah, tapi menyangkut masa depan lingkungan dan ketahanan pangan kita. Kegiatan ini adalah bentuk edukasi nyata. Mari kita jaga sungai kita bersama-sama,” ucap Dedy.

Ia juga menggarisbawahi tantangan yang dihadapi sistem irigasi saat ini, terutama akibat alih fungsi lahan.

“Banyak lahan pertanian di Kecamatan Ciamis dan Cijeungjing berubah menjadi perumahan dan kawasan industri, menyempitkan saluran air dan membebani sistem irigasi yang ada,” ucapnya

Pentingnya Irigasi untuk Ketahanan Pangan

Menurut Dedy, meskipun luas lahan pertanian menyusut, fungsi irigasi tetap vital. Saluran air menopang ketahanan pangan lokal, dan jika tidak ditangani secara serius, bisa berujung pada krisis pasokan air untuk pertanian.

“Saluran irigasi yang terganggu bisa menyebabkan gagal panen. Maka kegiatan normalisasi ini sangat strategis dan kami harap bisa jadi contoh bagi daerah lain,” tambahnya.

Sinergi Digital dan Teknologi Petani: Era Baru P3A

Dodi Soeparto, ST., selaku Ketua Pelaksana kegiatan, menyebut aksi ini sebagai titik balik dalam koordinasi antar kelompok tani. Berkat pemanfaatan teknologi dan platform digital bersama, komunikasi dan penyatuan jadwal antar desa kini menjadi jauh lebih efektif.

“Sebelumnya kami bergerak sendiri-sendiri, tapi kini kami memiliki satu sistem koordinasi. Ini bukan hanya aksi fisik, tetapi juga bentuk syukur atas sinergi dan semangat baru di kalangan petani,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa saluran irigasi yang dibersihkan merupakan jalur utama penyuplai air ke lahan-lahan pertanian di Kecamatan Ciamis dan Cijeungjing.

“Sayangnya, keberadaan saluran sekunder dan tersier yang dangkal, ditambah pipa ilegal yang mencuri air, sering mengganggu distribusi ke sawah warga mengakibatkan kadang tidak sampai air ke pesawahan,” jelasnya

Komitmen Berkelanjutan

Kegiatan tersebut bukan akhir dari upaya. P3A dan Pemerintah Kecamatan Ciamis telah merancang program berkelanjutan, termasuk edukasi lingkungan, sosialisasi ke desa-desa seperti Dewasari, Handapherang, dan Ciharalang, serta kampanye pencegahan pembuangan sampah dan pemasangan pipa ilegal di jalur air.

BACA JUGA : ibi-ciamis-kembali-dinakhodai-bd-yussi/

“Kami sadar ini tanggung jawa bersama. Irigasi adalah urat nadi petani, dan menjaga kelancarannya adalah menjaga hidup kami,” tutup Dodi.

Melalui aksi nyata dan kolaborasi lintas sektor ini, warga Ciamis menegaskan bahwa menjaga alam bukanlah pilihan, melainkan kebutuhan mendesak demi masa depan bersama yang lebih lestari dan sejahtera. (Acip/ungkapsebab com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *