Kartini Hidup di Aksi Nyata Warga Desa
ungkapsebab.com, BERITA CIAMIS. Perayaan Hari Kartini di Desa Tanjungjaya, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, tahun ini tak sekadar menjadi acara seremonial tahunan. Di balik semarak lomba dan panggung hiburan, terselip pesan penting tentang peran perempuan di tengah masyarakat desa. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, (23/04/2025), ini mengangkat nilai-nilai emansipasi dalam bentuk yang dekat dan relevan bagi warganya.
Acara yang digagas oleh Tim Penggerak PKK Desa Tanjungjaya ini menggelar dua lomba utama: paduan suara antar-dusun dan fashion show antar perwakilan RW. Keduanya menjadi magnet perhatian warga yang memadati lokasi kegiatan sejak pagi.
Lomba Bernilai Emansipasi
Lagu wajib yang dilombakan adalah “Ibu Kita Kartini,” yang dibawakan dengan penuh semangat oleh masing-masing tim. Interpretasi tiap dusun pun beragam, mulai dari aransemen sederhana hingga format paduan suara semi-profesional. Panitia menilai dari segi vokal, kekompakan, dan penjiwaan.
Ketua TP PKK Desa Tanjungjaya, Yuyu, menegaskan bahwa lomba ini bukan sekadar hiburan. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk penghargaan terhadap semangat juang Kartini, yang kini dihidupkan kembali oleh para ibu-ibu di desa.
“Momentum ini kami gunakan untuk mengingatkan bahwa perempuan punya peran penting dalam pembangunan, baik di rumah maupun di masyarakat,” ujarnya saat membuka acara.
Fashion show pun tak kalah memikat. Peserta tampil percaya diri dengan balutan busana adat dan modern. Panggung sederhana yang disiapkan panitia menjadi ruang ekspresi bagi para ibu-ibu yang biasanya lebih banyak berperan di balik layar domestik.
Partisipasi Warga, Bukan Sekadar Formalitas
Kemeriahan acara juga ditopang oleh partisipasi aktif warga. Banyak dari mereka yang datang memberikan dukungan bagi RW masing-masing, menciptakan suasana yang akrab dan penuh antusiasme.
Salah satu peserta dari RW 03, Ibu Yayah, menyatakan bahwa momen seperti ini memberi semangat baru. “Jarang-jarang kita tampil di depan umum. Rasanya deg-degan tapi bangga juga. Jadi makin kenal dan dekat dengan sesama ibu-ibu,” katanya.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa ruang partisipasi perempuan di desa semakin terbuka. Namun, penting untuk diingat bahwa apresiasi terhadap peran perempuan tak boleh berhenti di panggung lomba semata. Evaluasi dan penguatan kapasitas perempuan desa harus tetap menjadi agenda utama PKK dan pemerintahan desa.
Kartini di Era Desa Modern
Acara yang berlangsung hingga sore hari ini ditutup dengan pembagian hadiah dan sesi foto bersama. Panitia berharap kegiatan serupa terus digelar dengan skala dan dampak yang lebih luas.
BACA JUGA: Pemkot Banjar dan Grab Dorong UMKM Melek Digital
Kartini telah lama tiada, tetapi semangatnya tak boleh sekadar jadi tema tahunan. Seperti yang disampaikan Yuyu dalam penutup sambutannya, “Perjuangan Kartini hari ini adalah bagaimana perempuan desa mampu berdiri setara, berkarya nyata, dan bersuara dalam pembangunan.”
Desa Tanjungjaya telah memulai langkahnya. Kini, saatnya konsistensi dijaga agar panggung Kartini tidak hanya hadir setahun sekali, tapi tumbuh dalam keseharian warga. (Ayep/ungkapsebab.com)
