FLS3N Rancah 2025: Ajang Uji Bakat Siswa
ungkapsebab.com, BERITA CIAMIS. Festival Lomba Seni Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Wilayah II tahun 2025 digelar di SDN 1 Kawunglarang, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis pada Selasa/ (22/04/2025). Kegiatan ini menjadi ajang unjuk bakat sekaligus media pendidikan karakter bagi para siswa sekolah dasar.
Acara yang diikuti oleh delapan sekolah dasar di wilayah Kawunglarang ini disambut meriah oleh para siswa dan guru. Berbagai lomba seni sastra seperti membaca puisi, mendongeng, dan menulis cerpen ditampilkan dengan semangat tinggi oleh para peserta.
Antusiasme Tinggi, Namun Perlu Evaluasi
Panitia pelaksana menyebutkan bahwa kegiatan berlangsung lancar sesuai rencana. Namun di balik kelancaran itu, ada beberapa catatan penting yang perlu diperhatikan ke depan.
Ketua K3S Kecamatan Rancah, Warman, S.Pd., menyampaikan bahwa FLS3N bukan hanya soal lomba, tetapi juga proses pendidikan karakter. “Alhamdulillah, para peserta sangat antusias. Mereka tampil penuh percaya diri dan menunjukkan karya terbaiknya,” ujar Warman saat diwawancarai.
Namun di balik itu, ia juga mengingatkan bahwa ajang seperti ini perlu dukungan serius dari semua pihak. Menurutnya, masih ada sekolah yang kurang maksimal dalam mempersiapkan siswa, baik dari segi pembinaan maupun fasilitas.
Ajang Pencarian Bakat, Bukan Sekadar Formalitas
Ketua KKG, Eka Warustika, S.Pd., menekankan pentingnya menjadikan FLS3N sebagai sarana menggali bakat siswa secara lebih mendalam, bukan hanya sekadar menggugurkan kewajiban tahunan. Ia mengatakan, “Kegiatan ini harus dimaknai lebih dari sekadar lomba. Ini tentang bagaimana kita melatih mental, kepercayaan diri, dan keberanian siswa untuk tampil di ruang publik.”
Pernyataan tersebut seolah menyentil sejumlah sekolah yang menganggap FLS3N sebagai rutinitas belaka tanpa pembinaan berkelanjutan. Jika kegiatan ini hanya dijadikan formalitas, maka tujuan utamanya akan melenceng dari semangat awal: pendidikan karakter dan pengembangan potensi siswa.
Perlu Konsistensi dan Inovasi
Ke depan, penyelenggaraan FLS3N diharapkan tidak hanya mengandalkan semangat siswa, tetapi juga inovasi dari para guru pembimbing. Pihak sekolah perlu menyediakan waktu dan sarana latihan yang layak agar siswa bisa tampil maksimal.
Beberapa guru yang ditemui di lokasi lomba juga mengusulkan agar pelatihan seni sastra dimasukkan ke dalam program ekstrakurikuler wajib. Mereka menilai, tanpa latihan rutin, bakat anak-anak tidak akan berkembang secara optimal.
BACA JUGA: Antusias Siswa SDN Margamulya Jelang
FLS3N bukan sekadar kompetisi. Ia adalah ruang belajar yang membentuk pribadi tangguh dan kreatif sejak dini. Pemerintah daerah, sekolah, guru, dan orang tua harus melihat kegiatan ini sebagai investasi pendidikan jangka panjang, bukan sekadar agenda seremonial tahunan.
Jika dilaksanakan dengan serius dan konsisten, FLS3N dapat menjadi titik awal lahirnya generasi muda yang tidak hanya pandai dalam akademik, tetapi juga memiliki keberanian, kreativitas, dan integritas. (Ayep/ungkapsebab.com)
