April 24, 2026

Ungkap Sebab

Sumber Informasi Terpercaya

Kunjungan Wisata dan Okupansi Hotel Meningkat Tajam

ungkapsebab com. BERITA CIAMIS. Libur panjang Idulfitri 1446 Hijriah menjadi berkah tersendiri bagi sektor pariwisata dan perhotelan di Kabupaten Ciamis. Selama periode 28 Maret hingga 7 April 2025, jumlah wisatawan melonjak drastis.

Lonjakan tersebut memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD)

Peningkatan PAD Dari Objek Wisata

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Ciamis mencatat adanya peningkatan signifikan dari retribusi objek wisata. Kepala Bapenda, Aef Saepuloh, menyampaikan bahwa empat objek wisata unggulan berhasil menarik 7.532 wisatawan selama musim libur.

Situ Lengkong Panjalu mencatat angka tertinggi dengan 5.277 pengunjung. Sementara itu, Situ Wangi Kawali menerima 886 pengunjung, Karangkamulyan 1.038 pengunjung, dan Astana Gede Kawali sebanyak 331 pengunjung.

“Kami melihat kepercayaan masyarakat terhadap destinasi lokal terus tumbuh. Ini menjadi sinyal positif untuk pengembangan pariwisata ke depan,” ujar Aef pada Senin (14/04/2025).

Pajak Perhotelan Tunjukan Kenaikan

Tak hanya sektor wisata, perhotelan juga menunjukkan performa impresif. Selama 1–7 April 2025, sepuluh hotel di Ciamis melaporkan total 1.017 kamar terisi. Hotel-hotel tersebut antara lain La Rissa, Tyara, Priangan 1, Priangan 2, Putra Yudha, Santosa, Green Hotel, Budi Family, Hotel Yahud, dan Diva Hotel.

Hotel La Rissa dan Tyara Hotel bahkan mencatat tingkat hunian hampir penuh sepanjang masa liburan. Menurut Aef, hal ini sekaligus menjadi tantangan dan peluang bagi pelaku usaha hotel untuk terus meningkatkan kualitas layanan.

“Okupansi tinggi ini menunjukkan bahwa kebutuhan akomodasi terus meningkat. Peluang ini harus direspons dengan inovasi

BACA JUGA :  halal bihalal pemkab ciamis herdiat waspadai cuaca ekstrem

Aef juga menekankan pentingnya membangun pariwisata berkelanjutan. Ia ingin masyarakat lokal tak hanya menjadi penonton, tetapi juga turut aktif menciptakan ekosistem wisata yang kuat dan mandiri.

“Kita ingin wisata Ciamis bukan sekadar ramai pengunjung, tapi juga memberdayakan warga dan UMKM. Mereka harus terlibat langsung sebagai pelaku utama,” ucapnya.

Kembangkan Destinasi Wisata Edukatif

Lebih lanjut, Aef menyoroti potensi wisata sejarah dan budaya di Ciamis yang masih belum tergarap maksimal. Ia menyebut Situs Astana Gede, Situ Wangi, dan Karangkamulyan sebagai destinasi edukatif yang menyimpan nilai historis tinggi.

“Momentum Lebaran kali ini menunjukkan bahwa potensi wisata Ciamis sangat nyata. Sekarang tinggal bagaimana kita mengelolanya dengan konsisten,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Bapenda dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan saat ini tengah fokus memperbaiki kualitas destinasi. Mereka melakukan pembenahan sarana-prasarana, menjaga kebersihan lingkungan, dan memperluas peran UMKM lokal.

“Kami menargetkan pariwisata menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Dengan kerja sama semua pihak, kita bisa wujudkan Ciamis sebagai destinasi unggulan yang berkelanjutan,” pungkasnya. (Acip/ungkapsebab.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *