Pesantren Darul Athfal Menjadi Runner-Up Bola Api
ungkapsebab.com, BERITA CIAMIS. Sebuah peristiwa penting terjadi di Lapangan Makorem, Kabupaten Garut. Pondok Pesantren Darul Athfal, yang merupakan binaan Kodim 0613/Ciamis, berhasil meraih gelar runner-up dalam turnamen sepak bola api Piala Danrem 062/Tarumanagara, pada Selasa, (26/03/2025).
Turnamen ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pekan Ramadhan Berkah yang digelar oleh Korem 062/Tarumanagara. Kemenangan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Darul Athfal, tetapi juga bagi seluruh warga Desa Karangampel, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, yang mendukung pondok pesantren tersebut.
Pencapaian yang Menggembirakan
Darul Athfal berhasil memperoleh posisi kedua setelah bertanding dengan Pondok Pesantren al-Fauzan yang merupakan binaan Kodim 0611/Garut. Pertandingan yang berlangsung sengit ini berakhir dengan skor 2-1, dengan kemenangan tipis yang menguntungkan Pondok Pesantren al-Fauzan. Meskipun gagal meraih juara, pencapaian Darul Athfal sebagai runner-up tetap menjadi prestasi yang membanggakan.
Kepala Desa Karangampel, Yudi, menyatakan rasa syukurnya atas keberhasilan tim. Ia mengungkapkan bahwa pencapaian ini adalah hasil dari kerja keras, tekad, dan kerjasama tim yang solid.
“Kami sangat bersyukur, bermodalkan tekad dan kerjasama tim, akhirnya bisa pulang membawa gelar runner-up,” ujar Yudi dengan penuh rasa bangga. Menurutnya, turnamen seperti ini memiliki makna lebih dari sekadar kemenangan.
Melihat sukses turnamen bola api ini, Yudi menyatakan bahwa pihaknya akan terus berupaya untuk mempertahankan tradisi ini. Ia menyatakan bahwa ke depan, mereka akan menyiapkan turnamen bola api di Desa Karangampel, dengan harapan dapat melibatkan lebih banyak pondok pesantren dan masyarakat di sekitar Ciamis.
“Kedepannya, kami akan menyiapkan turnamen bola api ini, tentunya sebagai tuan rumah atas petunjuk Kodim 0613/Ciamis,” kata Yudi. Ini merupakan langkah positif untuk melestarikan tradisi sekaligus memberikan kesempatan bagi santri dan masyarakat untuk lebih aktif dalam berolahraga.
Yudi percaya bahwa dengan terus berpartisipasi dalam kompetisi seperti ini, Darul Athfal dapat menginspirasi santri-santri lainnya untuk terus berkembang dan berprestasi.
Bola Api: Lebih dari Sekadar Permainan
Salah satu hal yang menarik dari turnamen ini adalah nilai-nilai yang terkandung dalam permainan bola api itu sendiri. Bukan hanya kompetisi yang menjadi fokus utama, tetapi juga pendidikan karakter yang dibawa oleh tradisi ini.
BACA JUGA: Ramp Check Polres Banjar Pastikan Kendaraan Aman
Bola api, yang berasal dari pesantren, mengajarkan banyak hal kepada para santri dan pemainnya. Ketangguhan, kedisiplinan, dan kebersamaan adalah tiga nilai utama yang selalu diutamakan dalam permainan ini.
Dandim 0613/Ciamis, yang turut memberikan apresiasi kepada para peserta turnamen, menjelaskan bahwa bola api lebih dari sekadar permainan. “Bola api berasal dari pesantren, di pesantren kita diajarkan kedisiplinan, kesederhanaan, dan ketangguhan. Nilai-nilai itu juga yang ditanamkan pada setiap prajurit,” katanya.
Dengan kata lain, permainan ini tidak hanya membentuk fisik pemain, tetapi juga karakter mereka. Oleh karena itu, Dandim mengajak seluruh pihak untuk terus melestarikan tradisi ini agar generasi mendatang dapat belajar dari nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. (Eddy/ungkapsebab.com)
