April 24, 2026

Ungkap Sebab

Sumber Informasi Terpercaya

Wamen Bima Arya: Kepemimpinan Efektif Kunci Sukses

ungkapsebab.com, BERITA CIAMIS. Wakil Menteri Dalam Negeri, Dr. Bima Arya Sugiarto, menekankan pentingnya kepemimpinan yang efektif, reformasi birokrasi, dan investasi besar untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini ia sampaikan dalam acara pengarahan kepada Forkopimda dan OPD se-Kabupaten Ciamis.

Menurutnya, gaya kepemimpinan Presiden Prabowo berbeda dari pendahulunya. Ada kebijakan yang disusun dengan pendekatan lebih strategis dan berbasis hasil.

“Kita tidak bisa memahami dan menjalankan program tanpa memahami visi besar yang ingin dicapai,” ujarnya.

Bima Arya mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo banyak terinspirasi oleh model kepemimpinan di China, terutama dalam membangun ekonomi yang kuat dan menyeimbangkan kapitalisme dengan sosialisme.

“China pada 1985 ekonominya hanya sedikit lebih baik dari Indonesia. Sekarang, mereka 15 kali lebih besar,” katanya. Menurutnya, keberhasilan China tidak lepas dari kepemimpinan yang tegas, perencanaan jangka panjang, serta pengendalian ekonomi yang kuat.

Ia menambahkan bahwa pemerintah Indonesia juga mulai menerapkan kebijakan serupa dengan menekankan hilirisasi industri, terutama di sektor nikel untuk mendukung pengembangan baterai kendaraan listrik. Rabu, (19/03/2025).

Bima Arya menjelaskan bahwa Indonesia harus keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle-income trap). Untuk itu, target pertumbuhan ekonomi 8% dalam 10 tahun ke depan menjadi keharusan.

“Tidak mungkin ada lompatan ekonomi tanpa investasi besar. Kita butuh Rp5.800 triliun per tahun untuk mencapai itu,” ujarnya.

Selain investasi, ia menegaskan bahwa efisiensi dan efektivitas anggaran juga menjadi faktor penting. Banyak daerah yang masih bergantung pada dana transfer dari pusat, sehingga sulit untuk mandiri secara fiskal.

Salah satu masalah terbesar yang dihadapi pemerintah daerah adalah ketergantungan pada APBN. Bima Arya menyebut bahwa 83% APBD di Indonesia berasal dari dana transfer pusat.

“Kita ini seperti pasangan muda yang masih hidup dari uang orang tua. Harusnya, PAD lebih besar daripada dana transfer,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya efisiensi dalam pengelolaan keuangan daerah. Menurutnya, reformasi birokrasi harus dilakukan agar belanja daerah lebih produktif dan tidak hanya habis untuk operasional.

Terkait pemekaran daerah, Bima Arya menjelaskan bahwa moratorium masih sulit dicabut karena banyak daerah belum mandiri secara ekonomi.

“Kalau PAD lemah dan terus bergantung pada pusat, bagaimana mungkin kita terus menambah daerah baru?” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya kepemimpinan daerah yang inovatif dan tidak sekadar menunggu bantuan pusat. Menurutnya, banyak kepala daerah yang kurang kreatif dalam menggali potensi ekonomi lokal.

“Kita butuh pemimpin yang aktif, inovatif, dan berani mengambil keputusan strategis,” ujarnya.

BACA JUGA: Bawaslu Menggelar Ngabuburit Pengawasan Tingkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Demokrasi

Di akhir pidatonya, Bima Arya mengajak seluruh pejabat daerah untuk lebih banyak membaca buku, terutama yang berkaitan dengan ekonomi dan kepemimpinan global.

“Kalau kita paham arah kebijakan, kita bisa ikut bergerak, bukan hanya menunggu perintah,” katanya.

Menurutnya, Indonesia hanya bisa maju jika pemimpinnya, baik di pusat maupun daerah, memiliki visi yang jelas dan memahami tantangan global. (Eddy/ungkapsebab.com) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *