April 24, 2026

Ungkap Sebab

Sumber Informasi Terpercaya

Lomba Bedug Ciamis Bangun Kreativitas

ungkapsebab.com, BERITA CIAMIS.  Ramadan, selain sebagai bulan yang penuh dengan kegiatan keagamaan, juga menjadi momen penting untuk mempererat kebersamaan di antara masyarakat. Di tengah kesibukan yang sering kali melibatkan aktivitas pasif, Karang Taruna di Ciamis menggelar lomba bedug yang mendapat sambutan positif.

Acara ini bukan hanya sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi simbol semangat komunitas untuk mengisi bulan Ramadan dengan kegiatan yang produktif, kreatif, dan penuh makna.

Ketua panitia, Ega, menjelaskan bahwa lomba bedug kali ini memiliki tujuan yang lebih besar daripada sekadar mencari pemenang. Ega menekankan bahwa meskipun ada pembatasan jumlah peserta karena keterbatasan waktu, tujuh tim yang berpartisipasi sudah mewakili berbagai kecamatan.

“Kami mulai acara ini sejak waktu Asar hingga sebelum Magrib, jadi memang perlu pembatasan peserta. Namun, tujuh peserta ini sudah cukup mewakili berbagai wilayah,” ujarnya pada Minggu, (16/03/2025). Pernyataan ini menggambarkan bagaimana keterbatasan bukan menjadi hambatan, melainkan sebuah upaya untuk memastikan acara tetap berjalan lancar tanpa mengurangi makna dan kualitas kompetisi.

Semarak Ramadan yang Produktif

Lomba bedug Karang Taruna ini memiliki arti penting yang lebih luas. Ega menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menjadikan Ramadan sebagai bulan yang lebih produktif.

“Kami ingin Ramadan ini lebih produktif. Jangan hanya berleha-leha, tapi diisi dengan kegiatan positif,” jelasnya. Dengan kata lain, lomba ini bertujuan untuk membangkitkan semangat masyarakat agar tidak hanya terpaku pada ibadah pribadi, tetapi juga berpartisipasi dalam kegiatan yang mengangkat nilai-nilai kebudayaan lokal.

Tidak hanya itu, Ega mengungkapkan optimisme untuk mengembangkan lomba ini di masa mendatang. Meski lomba bedug ini adalah tahun pertama lomba, Ega sudah merencanakan agar lomba bedug ini menjadi agenda tahunan Karang Taruna.

“Insya Allah tahun depan akan kami gelar lagi dengan konsep yang lebih baik. Kami akan melakukan seleksi lebih awal di tingkat kecamatan agar lebih banyak peserta yang bisa tampil di tahap final,” katanya.

Rencana ini bertujuan untuk memperluas jangkauan lomba, memastikan lebih banyak tim yang bisa berkompetisi, serta meningkatkan kualitas acara. Salah satu kejutan untuk panitia tahun ini adalah kreativitas para peserta.

Lomba Bedug Perkuat Kebersamaan

Lomba bedug bukan hanya tentang menabuh alat musik tradisional, tetapi juga tentang bagaimana peserta mampu mengaransemen bedug dengan alat musik lain dan menyisipkan syair-syair religi yang mendalam.

“Luar biasa! Kami tidak menyangka ternyata teman-teman memiliki kreativitas setinggi ini. Mereka tidak hanya menabuh bedug, tetapi juga mengemasnya dengan aransemen yang menarik,” kata Ega dengan penuh apresiasi.

Kreativitas ini, menurutnya, membuktikan bahwa budaya lokal seperti bedug masih relevan dan dapat terus berkembang, seiring dengan kemajuan zaman. Namun, lomba bedug ini juga lebih dari sekadar kompetisi. Di dalamnya, terdapat nilai luhur yang perlu dijaga dan dilestarikan.

“Di negara lain mungkin tidak ada lomba bedug seperti ini. Ini tradisi kita, dan harus terus dijaga agar tidak hilang,” ujar Ega.

Pernyataan ini menunjukkan betapa pentingnya mempertahankan tradisi budaya yang sudah ada sejak lama, sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia.

Pada akhirnya, lomba bedug ini memberikan lebih dari sekadar hiburan. Ia mengajarkan kita untuk tetap produktif di bulan Ramadan, untuk mengembangkan kreativitas, dan untuk mempererat hubungan sosial dalam masyarakat.

BACA JUGA: Golkar Kunjungi Pondok Pesantren Darussalam 

Karang Taruna berharap lomba ini bisa menjadi contoh bagi komunitas lain untuk mengadakan kegiatan serupa yang bermanfaat. Pemenang lomba bedug, selain mendapatkan hadiah uang pembinaan, juga akan tampil di acara puncak pada 22 Maret mendatang, yang rencananya akan dimeriahkan oleh Wali Band. Ini menunjukkan bahwa acara ini bukan hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga pada perayaan kebersamaan yang lebih luas.

Dengan adanya lomba bedug ini, Karang Taruna berharap agar Ramadan tidak hanya dipenuhi dengan kegiatan ibadah, tetapi juga dengan kegiatan yang membangun kreativitas, kebersamaan, dan pelestarian budaya. Seiring berjalannya waktu, diharapkan acara ini bisa menjadi tradisi yang terus berkembang, menjadi bagian yang tak terpisahkan dari semarak Ramadan di Ciamis. (Gany/ungkapsebab.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *